16 Oktober 2009 oleh lamibeo
Oleh Hillary Rodham Clinton
KOMPAS — Bagi satu miliar orang di seluruh dunia, upaya sehari-hari untuk bercocok tanam, membeli, atau menjual makanan merupakan perjuangan hidup dan mati.
Coba tengok. Seorang perempuan petani di suatu desa terpencil, bangun dini hari, berjalan berkilo-kilometer untuk mendapatkan air. Jika kekeringan, bencana, atau hama tidak menghancurkan hasil panen, ia dapat mengumpulkan cukup pangan untuk memberi makan keluarganya dan mungkin memiliki kelebihannya dijual. Namun, tidak ada jalan menuju pasar terdekat dan tidak seorang pun mampu membeli. Lain halnya dengan kehidupan seorang pemuda yang tinggal di kota besar, sekitar 150 kilometer dari desa petani itu. Ia mempunyai pekerjaan dengan bayaran sangat kecil.
Si perempuan punya pangan untuk dijual, si pemuda ingin membelinya. Namun, transaksi sederhana itu tidak dapat dilakukan karena ada kekuatan kompleks di luar kendali mereka.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
16 Oktober 2009 oleh lamibeo
Oleh Kornelis Kewa
dan Frans Sarong
KOMPAS — Gubernur Frans Lebu Raya telah mencanangkan Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi ternak, jagung, cendana, dan provinsi koperasi. Pencanangan itu melahirkan sikap pro dan kontra di kalangan masyarakat NTT. Sebagian masyarakat mendukung, tetapi kebanyakan warga pesimistis program itu bakal terealisasi.
Pasalnya, Gubernur tidak menjelaskan secara lebih detail, apakah program itu dilaksanakan dalam satu sistem yang disebut agropolitan atau dijalankan tersendiri. Artinya, masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menjalankan program itu, seperti dinas peternakan, pertanian dan perkebunan, koperasi, serta dinas perindustrian dan perdagangan.
Jika konsep agropolitan diabaikan dalam pencanangan provinsi ternak, jagung, cendana, dan koperasi, maka program itu sia-sia. Masyarakat hanya mendengar program itu di atas podium pejabat, tetapi tidak pernah merasakan dampaknya bagi kesejahteraan mereka.
Seorang narasumber dalam seminar sehari mengenai pengembangan ternak Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, Jumat (25/9), menegaskan bahwa sangat pesimistis bila program gubernur itu dilaksanakan per segmen.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam peternakan | Leave a Comment »
16 Oktober 2009 oleh lamibeo
Oleh Samuel Oktora
KOMPAS — PASAR Lili Beberapa dekade telah berlalu dan Pasar Hewan Lili di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, hingga kini tetap hidup. Selain sebagai cerminan jejak sejarah hebatnya potensi ternak NTT, pasar itu sekaligus sebagai tempat bergantung warga untuk menopang hidup.
Pada Kamis (24/9), sejak pukul 06.00 Wita sejumlah truk pengangkut sapi sudah keluar masuk Pasar Lili. Rabu dan Kamis menjadi jadwal tetap bagi penjual dan pembeli di Pasar Lili untuk bertransaksi ternak besar seperti sapi dan kerbau.
Ternak dari sejumlah daerah di daratan Timor, seperti Kabupaten Kupang dan sekitarnya, maupun Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), dan Belu dibawa ke pasar yang terletak sekitar 45 kilometer sebelah timur Kota Kupang itu.
Di Pasar Lili, pembeli dan penjual akan bertemu langsung, termasuk para calo ternak yang tidak ketinggalan turut mencari rezeki di tempat tersebut. Peran pembeli dengan calo memang sulit dibedakan karena transaksi berlangsung cepat dan tidak sampai lima menit sapi bisa berganti pemilik.
Ada pembeli setelah bertransaksi tidak langsung membawa sapi ke kampungnya, melainkan kalau harga bagus, sapi yang baru dibelinya akan dilepas lagi di pasar itu. Selanjutnya, dia pun akan membeli sapi lagi untuk menambah keuntungan.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam peternakan | Leave a Comment »
16 Oktober 2009 oleh lamibeo
Oleh Frans Sarong
dan Hariadi Saptono
KOMPAS — PETERNAKAN SAPI Peternakan sebagai salah satu potensi unggulan Nusa Tenggara Timur pernah menarik minat investor nasional dan asing untuk membuka usaha ranch atau peternakan sapi di provinsi itu.
Dua di antaranya adalah PT Timor Livestock Company (Timlico) untuk pengembangan sapi potong di kawasan Asasu, Kabupaten Timor Tengah Utara, 1971-1980, dengan padang pendukung seluas 90.000 hektar. Investasi lain adalah proyek pertanian terpadu berbasis peternakan di Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan, 1982-1989, yang meliputi areal seluas 4.000 hektar.
Pengembangan usaha sapi potong oleh PT Timlico di Asasu adalah paduan kerja sama investor nasional dari Jakarta dan Australia. Sejumlah warga sekitar lokasi di Maubesi (250 kilometer timur Kota Kupang), akhir September lalu, mengisahkan, di kawasan ranch nan luas itu pernah disebarkan sedikitnya 10.000 sapi.
Karena jumlah sapi ribuan dan kawasan padang begitu luas, penggiringan sapi di Asasu tidak lagi sebagaimana biasanya— penggembala cukup berjalan sambil menggiring sapi-sapi.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam peternakan | Leave a Comment »
4 Agustus 2009 oleh lamibeo
*Juga Tolak Pemindahan Komodo
Oleh Andre Durung
LABUAN BAJO (FLORES POS) — Forum gerakan masyarakat anti tambang (Geram) kembali berdemo di Labuan Bajo Manggarai Barat (Mabar), Selasa (4/8) dengan dua agenda utama yakni menolak tambang di Mabar khususnya dan Flores-Lembata umumnya dan menolak rencana pemindahan komodo Flores dari habitat aslinya di Wae Wuul Mabar ke Bali.

Lokasi tambang Batu Gosok, Manggarai Barat
Demikian antara lain ditegaskan Ketua Umum Geram Bernadus Barat Daya di sela-sela aksi unjuk rasa tersebut kepada Flores Pos. Hal sama dilantangkan sejumlah orator lain, di antaranya Kornelis Rahala, Romo Robert Pelita dan Pater Marsel Agot SVD.
Menurut Barat Daya, Geram telah menempuh berbagai cara untuk menolak tambang di Manggarai Barat seperti aksi demontrasi, surat menyurat dan berbagai pendekatan, tetapi semua upaya itu gagal. Bagi Geram tolak tambang sudah harga mati. Geram minta Pemkab Mabar segera mencabut ijin kuasa pertambangan yang sudah masuk tahap eksplorasi.
Kata Barat Daya, lokasi pertambangan di Batu Gosok/Loh Mbongi merupakan sah tanah/lahan milik masyarakat, dan masyarakat pemilik tanah tidak pernah menyetujui dan atau mengijinkan tanah miliknya untuk dijadikan lokasi tambang.
Kawasan Batu Gosok merupakan kawasan wisata komersial sesuai Perda 30/2005, bukan kawasan pertambangan. Aktivitas pertambangan di Batu Gosok, akan berdampak negatif terhadap lingkungan hidup.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam tambang | Leave a Comment »